Minggu, 18 Januari 2015

Belajar Membaca Sejak Dini Sebagai Sarana Menumbuhkan Cinta Baca

Seingatku.. dulu pandai membaca di usia 5 tahun sudah merupakan hal yang amazing. Sehingga orang tua yang memiliki anak yang pandai membaca di usia itu adalah hal yang sangat membanggakan.

Namun, seiring dengan perkembangan informasi yang sangat pesat, saat ini hal tersebut bukan lagi sesuatu yang langka. Pandai membaca di usia balita bahkan batita adalah hal yang sangat mungkin.

Sudah menjadi isu yang menarik bahwa masa keemasan perkembangan otak anak malah pada usia 3 tahun pertama. Sehingga untuk mengajarinya membaca sejak dini, mengapa tidak?

Begitu pula dengan saya sebagai seorang ibu, hal ini tentu sangat menjadi bahan perhatian.  Harapan agar si kecil bisa membaca sejak dini tentu ada, terlepas dari kontroversi yang ada tentang masalah ini.

Saya jadi teringat dengan biografi seorang ulama yang sejak berusia kurang lebih 7 tahun sudah menghafalkan Al-Qur'an, di usia seperti itu sudah mengusai beberapa disiplin ilmu agama. Yang menjadi pertanyaan, dengan usia seperti itu kira-kira dalam usia berapa mereka mampu membaca Al-Qur'an? Tentu jauh sebelum usia itu karena sebelum menghafalkan tentunya kita harus mampu membacanya.

Mungkin hal ini termasuk salah satu motivasi dalam mengajarkan si kecil membaca sejak dini, baik itu bacaan iqro'nya yang tetap harus menjadi prioritas, maupun bacaan latinnya.

Saat itu saya sempat berpikir untuk menuntaskan iqro'nya terlebih dahulu lalu kemudian bacaan latinnya yang mungkin sudah saya paparkan di postingan yang lalu. Namun, berhari-hari saya merenung..kenapa tidak pembelajarannya diparalelkan? Sambil tetap bermusyawarah dengan suami.

Saya memutuskan sebelum memulai harus tetap mencari informasi, setidaknya sharing dengan orang yang mungkin punya pengalaman yang sama, ketakutan akan terjadi over lapping dengan pembelajaran iqro'nya.

Alhamdulillah, setelah sharing dengan seorang teman cukup merasa lega. Dia mengatakan, "Otak anak itu ibarat sponge, ia menyerap informasi apa saja yang dia peroleh", dan hal ini dipraktekkan kepada putranya, iqro' jalan, latin juga jalan. Akhirnya, bismillah.. kuputuskan untuk mulai mengajarkan si kecil. Tentunya jauh dari kesan memaksakan dan tetap dengan metode belajar dan bermain.

Pandai membaca hanyalah sebuah wasilah (sarana) karena tujuan kita ada pada apa yang ia baca nantinya dan menjadikannya "suka membaca" karena begitu banyak anak yang sudah pandai membaca tapi tidak suka membaca dan yang senang membaca tapi bukan bacaan yang bermanfaat.

Untuk mewujudkan hal ini, saya mencoba membuatkan bahan-bahan belajar untuknya, baik Iqro' maupun latinnya. Bahan-bahan belajar tersebut bisa dilihat di sini dan di sini. Silahkan didownload dengan gratis :)

Contoh flash card bahan belajar bacaan latin

Contoh bahan belajar iqro'

Alhamdulillah jerih payahku tidak sia-sia, hasilnya pun terlihat. Abdullah dan Aisyah bisa membaca di usia 3 tahun, dan untuk Aisyah serasa lebih mudah karena sudah memiliki pengalaman mengajarkan Abdullah terlebih dahulu, lagi pula selama ini dia memperhatikan bagaimana kakaknya belajar.

Merangsang minat baca


Tidak merasa puas sampai di situ saja karena memang tujuan kami bukan sekedar mereka pandai membaca, pandai membaca hanyalah sarana untuk menanamkan kecintaan mereka pada membaca itu sendiri. 

Sedari kecil saya membuatkan buku-buku bacaan sederhana dari kardus bekas, Buku Aku Anak Muslim dan Ayo Berhitung karena waktu itu kami masih tinggal di daerah yang masih terbatas buku-buku edukatif untuk anak. Ditambah lagi satu dua buku yang kami pesan secara online serta mem-print beberapa ebook hasil download.

Tiga buku diantaramya adalah kreasiku untuk anak-anak.(tahun 2008)
Ebooknya bisa dilihat di sini

Abdullah dan buku-bukunya waktu berusia setahun lebih
Membacakan cerita sebelum tidur sudah menjadi agenda keseharian, bahkan sampai saat ini, saat mereka sudah pandai membaca sendiri bukunya, mereka masih kadang meminta kami untuk membacakan cerita untuk mereka. Mungkin mereka lebih senang mendengarkan intonasi yang berbeda jika kami yang membacakannya.

Alhamdulillah, kecintaan itu mulai tumbuh. Sejak berada di Makassar, jadi lebih bisa menambah koleksi bacaan buat mereka karena adanya beragam pilihan. Kalau ke toko buku, ingiiiiiiin sekali rasanya memborong begitu banyak buku buat mereka. Namun kembali lagi, semua harus disesuaikan dengan budget yang ada.

Koleksi buku anak-anak
Buku buatanku masih awet sampai sekarang (2015)
walau sudah agak sedikit kucel, tapi buku Ayo berhitung (jilid 2)
entah kemana :(

Senang saat melihat mereka mulai menikmati bukunya sendiri tanpa tergantung kepada saya untuk membacakannya. Terkadang mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada saya terkait akan apa yang mereka baca

"Ummi, serangga apa yang suka pada bunga?"

"Kelelawar juga disebut binatang malam kan ummi?"

"Nabi Muhammad pernah dibelah dadanya kan ummi?"

dan pertanyaan lainnya.

Itu berarti, sudah ada hasil yang melekat pada mereka akan apa yang mereka baca. Alhamdulillah.

Pasukan pink lagi membaca, walau ini bukan posisi
yang tepat. Biasanya saya tegur, tapi karena lagi ingin mengambil gambar mereka
yanh lagi asyiknya membaca, ditegurnya setelah motret...hihi

Untuk mewujudkan kecintaan mereka pada membaca tentu tidak hanya berasal dari pihak mereka saja, yang paling utama buat saya adalah memberikan keteladanan buat mereka. Tularkan kepada mereka semangat cinta baca, perlihatkan kepada mereka pada saat kita membaca. Bahkan terkadang tertarik melihat apa yang kita baca.

Ada hal yang lucu saat saya membaca buku "Mendidik Anak Dengan Cinta" karya ibu Irawati Istadi. Si Khadijah malah dengan serius memperhatikan covernya...
Kebetulan, di covernya ada tiga orang anak, satu anak laki-laki dan dua anak perempuan. Satunya mengenakan jilbab. 

Dia berkata, "Ummi, jibat (jilbab maksudnya)" sambil menunjuk ke gambar anak perempuan yang mengenakan jilbab

Lalu berkata lagi, "Ummi, Abullah (Abdullah)"

Terus saya menunjuk ke anak perempuan berponi yang tak berjilbab, "Ini siapa?"

"Aisyah" jawabnya. 

"Terus mana Khadijah?" tanyaku lagi

"Ini" tunjuknya ke gambar anak yang berjilbab.

Cover buku yang jadi perhatian Khadijah
Saya senyum-senyum sendiri melihat imajinasi anak seusia Khadijah ini, yang menarik dia memilih anak yang berjilbab untuk mewakili karakter dirinya ^_^

Semoga istiqomah anak-anakku. Harapanku, tumbuhlah menjadi anak yang cerdas dan senantiasa haus akan ilmu yang salah satu pintunya diperoleh dengan membaca. Bacalah bacaan yang benar sehingga bisa terarahkan menjadi orang-orang yang benar, dan bukan orang yang malah tersesat dengan bacaannya.

My Dream

Ada satu mimpi yang belum terwujud saat ini, keinginan untuk membangun sebuah rumah baca. Rumah baca untuk anak-anak di sekitar tempat tinggal. Keinginan yang ingin kuwujudkan saat kembali ke tempat domisili di salah satu Kabupaten di Kalimantan Timur setelah suami menyelesaikan pendidikan di kota ini.

Dimana anak-anak dapat terlibat dalam mewujudkan impian itu sehingga kecintaan mereka akan membaca semakin erat. Bukan mustahil itu semua akan terwujud. 

Alhamdulillah sudah beberapa sahabat-sahabat Blogger yang telah lebih dahulu mendirikan rumah baca, sehingga lebih banyak tempat bertanya dan berdiskusi jika saatnya nanti mewujudkan impian.

Mari bersama-sama menebarkan virus cinta baca kepada sesama, dan ada baiknya dimulai dari lingkungan keluarga kita sendiri. Semoga bernilai amal jariyah.

Aaamiin Yaa Rabb...






38 komentar :

  1. Terimakasih atas partisipasinya, telah dicatat sebagai peserta :)

    BalasHapus
  2. jadi belajar ilmu baru buat jadi ibu di masa depan, hhehhe. itu abdullah nya lucu banget keliatan lagi serius baca nya :)

    anyway salam kenal ya mba^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajar dalam setiap kondisi itu perlu. Amiin ya mbak semoga segera bisa menjadi ibu yang hebat kelak untuk anak-anaknya. Salam kenal balik. Insya Allah nanti jalan-jalan ke blognya :)

      Hapus
  3. sama mak, anak-anak juga senengnya baca tuh sambil guling-guling. duuh, ini yg besar kayanya matanya udah bermasalah. tiap hari saya kasih vitamin dan jus wortel. bapa ibunya udah pake kacamata, anaknya jangn sampai deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita juga kadang lalai juga sih mak, baca sambil tidur...hehe.
      Jangan tiap hari juga mak jus wortelnya, karena wortel mengandung zat caroteen yang membuat kuning klo berlebihan hehe.. Brokoli juga katanya juga bagus tuh mak untuk kesehatan mata.

      Hapus
  4. semoga impiannya bisa tercapai ya mak...
    Membiasakan anak membaca buku sedini mungkin memang penting ya...

    BalasHapus
  5. Setuju banget tanamkan gemar membaca pada anak-anak sejak dini... salam hangat dari Kudus ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga dari Makassar ^_^

      Hapus
  6. iyuuup biarkan anak mencintai buku dan mengenal bagaimana membaca terlebih dahulu *kadang aku suka engga paksa, tapi memberi contoh bahwa buku itu untuk dibaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Jangan sampai anak-anak merasa dipaksa, apalagi untuk usia dini. Alhamdulillah dalam mengajari anak-anak membaca semua dijalani dengan fun, sehingga mereka menikmati apa-apa yang diajarkan.

      Hapus
  7. iya Mba, mengenalkan buku dan mencontohnya membaca...

    BalasHapus
  8. Menumbuhkan minat baca sejak usia dini sangat penting karena dari sanalah salah satu jalan ilmu bisa kita dapat.

    BalasHapus
  9. Amiin, semoga mimpinya terwujud... Aminkan juga harapan & mimpiku ya... :). Senang kalau melihat/mendengar ada keluarga yang sangat akrab & mengakrabkan dengan buku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin juga untuk mimpinya. Saya sudah mampir ke blognya :)

      Hapus
  10. Ternyata dari kalimantan Timur tho bun. Salam hangat dan kenal dari Balikpapan. Semoga rumah bacanya bisa terlaksana. Insya Allah menjadi amal jariah.

    BalasHapus
  11. Postingan keren mak. Anak saya juga senang buku bacaan yg banyak gambar san qarna, itu yg membuat dia ingin kenal huruf. Kalau iqra alhamdulillah dari usia 2 tahun sudah biaa membacanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak,bahkan anak keduaku request klo beli buku mesti ada gambarnya :)

      Hapus
  12. Salut membacanya ..... insya Allah Abdullah dan Aisyah akan jadi orang2 cerdas

    BalasHapus
  13. Belajar sejak dini pasti menjadi anak yang cerdas. Amen... :)

    BalasHapus
  14. buat yang belum bisa baca gimana tuh ? senengnya liat gambar-gambar nya gituu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minimal mengakrabkan anak-anak dengan buku sedari kecil. Masing2 keluarga punya cara untuk mengakrabkan anak-anak merwka dengan bacaan

      Hapus
  15. tulisannya lengkap mak. Sama aku juga ngajarin ya latin ya arab, tapi gpp koq kan belajarnya juga cm 10-15 menit dan ganti-gantian materinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak 5-10 menit sehari lebih dari cukup. Dan mengajarnya dengan sistem fun learning :)

      Hapus
  16. assalamu 'alaykum. salam kenal dari saya. kebetulan saya juga berdomisili di Makassar tepatnya di Biringkanayya, Daya.
    SubhanAllah tulisannya sangat bermanfaat bagi saya. menumbuhkan motivasi dan inspirasi untuk bisa melakukan hal yang sama.
    kapan waktu, bolehkan sharing langsung sama mbak tentang keluarga khususnya tentang pendidikan anak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh mbak, kebetulan saya juga di daerah sana. Silahkan add facebook saya. Klik icon facebook di sudut kanan atas blog ini.

      Hapus
  17. Semoga impiannya segera terwujud ya Mba ^_^ Aamiin Allohumma Aamiin

    BalasHapus
  18. Alma 3,5 taun juga tertarik sama buku Mak.. Dari mulai majalah Bobo sampai buku iqro ;) Sayangnya saya kadang ngantuk kalau nemenin/bacain anak buku, hehe.. Makasih inspirasinya Mak, jadi pengingat buat saya :) salam kenal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat mak... Terkadang memang yang butuh kesabaran ekstra kita para orang tua. Menjaga konsistensi tidak mudah

      Hapus
  19. nice post, mak! saya juga melatih anak-anak cinta buku sedari dini ^^

    BalasHapus
  20. hiks.. dari tadi gagal terus mau left comment. nice share, mak! saya juga sudah mengajarkan anak cinta membaca melalui buku cerita ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf ya mak, mungkin karena efek moderasi. Soalnya terkadang ada beberapa spam yang nyelinap :)

      Hapus

Syukron telah membaca postingan kami, silahkan meninggalkan komentar ^_^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...