Sabtu, 04 Februari 2017

Memanajemen diri sebagai individu, isteri serta ibu bagi anak-anak


sumber gambar
Menjadi seorang ibu memang tidak sesederhana yang kita bayangkan, perlu manajemen yang baik agar peran kita sebagai individu, istri sekaligus ibu bagi anak-anak bisa berjalan secara maksimal. Pekan lalu saya disadarkan akan perlunya skala priortas dalam menuntut ilmu, dan memilih untuk fokus dalam pendidikan anak. Namun bukan berarti peran kita yang lainnya terabaikan, ada hak Allah serta suami yang juga tak lepas dari peran kita. Untuk itu perlu manajemen yang baik agar semua hak itu bisa terpenuhi tanpa mengesampingkan skala prioritas tadi.

Maka di pekan ini, saya mencoba memanajemen diri sendiri dengan membuat checklist harian mulai dari hal-hal yang sederhana lalu mencoba mengukur konsistensi selama sebulan ini. Checklist ini juga merupakan nice home work kedua matrikulasi Ibu profesional.

Ada yang menarik, kami dalam membuat nice home work ini, menjadikan harapan dari suami dan anak-anak menjadi indikator dalam membuat perencanaan. Hal yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Saya selama ini hanya menyimpulkan sendiri, melalui pendapat sendiri apa yang membuat orang di sekitar kita bahagia dengan kehadiran kita. Terburu-buru menyangka bahwa jika saya melakukan hal yang seperti ini maka orang-orang di sekitar saya akan merasa bahagia, padahal indikator  setiap orang bisa jadi berbeda meskipun itu suami dan anak-anak kita sendiri.

Hal yang membuat saya terharu sewaktu meminta anak-anak menuliskan dengan memberikan mereka secarik kertas yang berisi pertanyaan, “Ibu yang bagaimana yang membuat ‘mereka’ bahagia”. Saya sudah berpikir, mereka akan menuliskan di point yang pertama “ibu yang tidak suka marah” ternyata saya salah, tidak satupun point yang menuliskan itu, subhaanallaah ternyata “omelan” meski tidak sering dari umminya ternyata tidak begitu membekas dalam ingatan mereka. Uhibbuhum fillah...

 Setelah mendapat gambaran indikator dari orang-orang tercinta yang ternyata memang sesuai dengan harapan terhadap diri pribadi, maka saya mencoba menyusun checklist berikut, sebagai uji coba sebulan ke depan (6 Februari 2017-6 Maret 2017)

Sebagai individu
  • Shalat wajib tepat waktu maksimal 30 menit setelah adzan berkumandang
  • Shalat fajar minimal 5 kali dalam sepekan
  • Shalat Dhuha minimal 3 kali sepekan
  • Shalat Witir minimal 5 kali sepekan
  • Menghafal Al Qur’an, minimal 6 baris dalam sepekan
  • Membaca Al Qur’an minimal 2 lembar sehari
  • Dzikir pagi petang minimal 5 kali dalam sepekan
  • Jalan kaki minimal sekali sepekan
  • Minum madu setiap pagi
  • Membaca buku minimal 10 lembar per hari
  • Sikat gigi sebelum tidur

Sebagai isteri
  • Berdandan (meski sederhana) serta  memakai wewangian sebelum suami pulang kerja
  • Menyiapkan sarapan setiap pagi
  • Mengecek setiap hari ketersediaan pakaian kantor, bepergian atau pakaian sholat di lemari pakaian.
  • Mencium tangan suami setiap suami hendak keluar rumah serta mengantar minimal sampai pintu rumah
  • Menyiapkan masakan sebelum suami pulang dari tempat kerja
  • Menyiapkan makan malam selepas sholat maghrib
  • Mengingatkan suami untuk ikut kajian pekanan
  • Meningatkan suami untuk menghubungi orang tua minimal sekali sepekan
  • Membuat perencanaan dan mengatur keuangan keluarga
  • Aktif membangun komunikasi dengan suami mengenai apa saja, terutama tentang pekembangan anak
Sebagai ibu
  • Melaksanakan kegiatan belajar khadijah (membaca iqro’, setoran hafalan baru serta muraja’ah, membaca buku) minimal 5 kali dalam sepekan
  • Menyimak muroja’ah dan bacaan Al Qur’an Abdullah
  • Menyimak muroja’ah dan bacaan Al Qur’an Aisyah
  • Bermusyawarah dengan suami tentang jadwal kegiatan efektif setiap ba’da isya bersama anak-anak
  • Memberikan penghargaan terhadap perilaku baik anak-anak, baik berupa pujian maupun hadiah sederhana meski dengan membuatkan segelas minuman.
  • Membuat masakan kesukaan anak-anak minimal 2 kali sebulan
  • Mencium dahi anak sebelum keluar rumah, minimal sekali dalam sehari
  • Mengajar Bahasa Arab untuk anak-anak sekali sepekan
  • Berhasil mengelola emosi setiap hari
  • Mendengar efektif saat anak menyampaikan cerita pengalamannya pada hari itu
 Dari beberapa target di atas, saya menuangkannya dalam bentuk file Excel yang bisa dilihat di sini.
Semoga menjadi langkah awal menjadi seorang ibu yang lebih baik, Ibu Profesional ^_^

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Syukron telah membaca postingan kami, silahkan meninggalkan komentar ^_^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...